
Kalau Anda sedang membangun rumah atau renovasi, penting banget tahu cara menghitung kebutuhan bata ringan. Salah beli bisa bikin anggaran membengkak, lho!
Nah, dalam artikel ini Tukang Ahli akan memberikan panduan praktis dan simulasi biar Anda bisa memahami cara menghitung kebutuhan hebel tanpa ribet dan hasilnya akurat.
Ukuran Umum Bata Ringan (Hebel)
Sebelum ke hitung-hitungan, Anda perlu tahu ukuran standar bata ringan. Rata-rata ukurannya: panjang 60 cm, tinggi 20 cm, dan tebalnya bervariasi, mulai dari 5 cm sampai 20 cm. Karena dijual per kubik (m³), Anda harus tahu berapa buah hebel per meter persegi (m²) dan per kubik.
Cara Menghitung Kebutuhan Bata Ringan dengan Mudah
Berikut adalah cara menghitung kebutuhan bata ringan yang mudah, tepat, dan akurat.
Langkah 1: Hitung Luas Tembok
Pakai rumus:
Luas Tembok = Panjang x Tinggi
Contoh: tembok 15 meter x 4 meter → 60 m²
Langkah 2: Hitung Kebutuhan Hebel per m²
Misalnya pakai hebel ukuran 60 x 20 x 10 cm (0,6 x 0,2 x 0,1 m). Maka:
Luas 1 hebel = 0,6 x 0,2 = 0,12 m²
Jumlah hebel per m² = 1 m² ÷ 0,12 m² = ± 8,3 buah
Jadi, untuk 60 m² tembok, Anda butuh:
60 x 8,3 = ± 500 buah hebel
Baca Juga: Tabel Mutu Beton dan Panduan Lengkap Memilihnya
Langkah 3: Hitung Kebutuhan Hebel per Kubik
Volume 1 hebel = 0,6 x 0,2 x 0,1 = 0,012 m³
Total volume 500 hebel:
500 x 0,012 = 6 m³
Jadi, untuk membangun tembok 60 m², Anda butuh sekitar 6 kubik bata ringan.
Hal yang harus diperhatikan adalah perhitungan ini bersifat estimasi. Bisa saja hasilnya berbeda di lapangan karena pemotongan bata atau tebalnya spesi (semen). Untuk hasil lebih presisi, konsultasikan ke tukang profesional pilihan Anda.
Sekarang Anda sudah tahu cara menghitung bata ringan dengan mudah dan cepat. Pastikan material yang Anda pilih berkualitas dan punya mutu yang terjadi. Jangan sampai boros beli bahan, ya!